Analisis Penggunaan Media Sosial sebagai Alat Komunikasi Kesehatan Dalam Edukasi Pencegahan Stunting pada Keluarga Muda di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.69623/j-dikumsi.v2i1.228Keywords:
Media Sosial, Komunkasi Kesehatan, Stunting, Keluarga MudaAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gorontalo yang memerlukan pendekatan komunikasi inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi kesehatan dalam edukasi pencegahan stunting pada keluarga muda di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas keluarga muda, kader posyandu, dan tenaga kesehatan setempat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya WhatsApp dan Facebook, dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi gizi, promosi ASI eksklusif, serta pengingat jadwal posyandu. Media sosial dinilai efektif dalam meningkatkan akses informasi dan partisipasi keluarga muda, terutama karena sifatnya yang cepat, interaktif, dan mudah diakses. Namun demikian, ditemukan kendala berupa rendahnya literasi digital dan potensi penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi media sosial sebagai komunikasi kesehatan perlu didukung oleh penguatan kapasitas literasi digital masyarakat dan peran aktif tenaga kesehatan dalam menyediakan konten edukatif yang kredibel dan kontekstual guna mendukung percepatan pencegahan stunting di tingkat desa.













