Dampak Digitalisasi Administrasi Publik Terhadap Pelayanan Prima di Puskesmas Limba Kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.69623/j-kpia.v1i2.212Keywords:
Digitalisasi Administrasi Publik, Pelayanan Prima, KesehatanAbstract
Digitalisasi administrasi publik merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi administrasi publik terhadap pelayanan prima di Puskesmas Limba Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna layanan Puskesmas Limba, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelayanan prima di Puskesmas Limba Kota Gorontalo. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi publik memberikan kontribusi sebesar 46,2% terhadap peningkatan pelayanan prima, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan sistem administrasi berbasis digital mampu meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan kepastian pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi digitalisasi administrasi publik perlu terus dilakukan dengan dukungan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pelayanan prima dapat terwujud secara berkelanjutan.










