Analisis Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau (Papua) Dengan Masyarakat Lokal (Gorontalo)
DOI:
https://doi.org/10.69623/j-dikumsi.v2i2.280Keywords:
Komunikasi Antarbudaya, Mahasiswa Papua, Adaptasi Budaya, Integrasi Sosial.Abstract
Hambatan komunikasi dapat terjadi karena perbedaan budaya untuk itu perlu mengkaji strategi adaptasi yang dilakukan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarbudaya yang terjadi antara mahasiswa perantau asal Papua dengan masyarakat lokal Gorontalo, mengidentifikasi Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, yang terdiri atas mahasiswa Papua, mahasiswa lokal, dosen, tokoh masyarakat, dan pengurus organisasi kemahasiswaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya berlangsung secara dinamis melalui proses adaptasi yang dipengaruhi oleh perbedaan bahasa, nilai budaya, pola komunikasi, dan persepsi sosial. Hambatan yang ditemukan meliputi stereotip, prasangka, culture shock, serta perbedaan komunikasi verbal dan nonverbal. Namun demikian, hambatan tersebut dapat diminimalkan melalui keterbukaan, empati, toleransi, akomodasi komunikasi, serta partisipasi aktif dalam kegiatan akademik dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya yang efektif berperan penting dalam memperkuat integrasi sosial, mengurangi kesalahpahaman, serta menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan harmonis. Temuan penelitian diharapkan menjadi masukan bagi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam merancang program penguatan kompetensi komunikasi antarbudaya serta pengembangan kebijakan yang mendukung keberagaman budaya di lingkungan pendidikan tinggi.











