Analisis Kebijakan Pendidikan atas Instruksi Presiden Prabowo Subianto Mengenai Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69623/7x7mx665Keywords:
Kebijakan Pendidikan, Bahasa Prancis, Diplomasi Pendidikan, Implementasi Kebijakan, Globalisasi PendidikanAbstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh munculnya wacana pengajaran bahasa Prancis sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi global peserta didik serta mendukung hubungan bilateral Indonesia dan Prancis dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai pengajaran bahasa Prancis di sekolah Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kebijakan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi literatur yang bersumber dari regulasi pendidikan, dokumen pemerintah, jurnal ilmiah, buku, serta berbagai referensi yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual kebijakan pengajaran bahasa Prancis sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan tuntutan globalisasi pendidikan. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan kompetensi multibahasa peserta didik, memperluas akses pendidikan internasional, memperkuat diplomasi pendidikan, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan guru bahasa Prancis, belum tersedianya kurikulum nasional yang spesifik, keterbatasan sarana pembelajaran, dan kebutuhan anggaran yang cukup besar. Oleh karena itu, implementasi secara bertahap melalui sekolah-sekolah yang memiliki kesiapan sumber daya menjadi alternatif yang lebih realistis. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi teknis, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kurikulum yang adaptif guna mendukung keberhasilan kebijakan.










