Implementasi Kebijakan Publik Dalam Pengelolaan Sampah Perkotaan: Studi Kasus di Kota Limboto, Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.69623/54k1f353Keywords:
Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Sampah, Sampah PerkotaanAbstract
Permasalahan sampah perkotaan menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan di daerah. Meningkatnya jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, dan pola konsumsi masyarakat menyebabkan volume sampah di Kota Limboto terus bertambah setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan publik dalam pengelolaan sampah perkotaan di Kota Limboto, Kabupaten Gorontalo, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan kerangka analisis implementasi kebijakan mengacu pada teori George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Limboto telah berjalan cukup baik, terutama pada aspek struktur birokrasi dan komitmen pelaksana. Namun, pelaksanaan kebijakan belum optimal karena masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Faktor pendukung implementasi kebijakan meliputi adanya regulasi yang jelas, komitmen pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan partisipasi masyarakat guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.










